banner 728x90

3 Tahun Beroperasi di Kaltim, Pabrik Semen Terbesar di Dunia ini Belum Serap 80 Persen Pekerja Lokal

Ketua DPRD Kutim, Joni, (sumber foto : Dok. Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Memasuki tahun ketiga beroperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), PT Kobexindo Cement, pabrik semen terbesar di dunia ini belum menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.

Ketua DPRD Kutim, Joni kembali mengingatkan pabrik semen yang telah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Kalimamtan Timur, Isran Noor, pada 2020 lalu itu untuk memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal.

Hal itu sebagaimana Peraturan Daerah (Perda) Kutim tentang Ketenagakerjaan, menyebutkan 80 persen tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan harus berasal dari masyarakat lokal, sementara 20 persen sisanya boleh berasal dari luar daerah.

Joni berharap, PT Kobexindo Cement mematuhi peraturan ini dan memberikan kesempatan bagi pekerja lokal untuk berkontribusi dalam operasional pabrik tersebut.

“Kita berharap investasi dari Tiongkok ini memberikan prioritas bagi masyarakat lokal dalam perekrutan tenaga kerja,” Kata Joni, Jumat (25/8/2023) kemarin.

Pabrik yang terletak di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur ini mendapat julukan sebagai pabrik semen terbesar di dunia lantaran proyeksi produksinya mencapai 8 juta ton semen per tahun.

Dengan hadirnya pabrik semen tersebut, Kutai Timur berada di jalur untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemanfaatan potensi lokal.

Namun menurut Joni, sangat disayangkan jika keberadaan perusahaan asal Tiongkok yang bermitra dengan PT Kobexindo Cement ini tidak melibatkan 80 persen pekerja lokal.

Ia berharap investasi dari Hongshi Holding itu bisa berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur, dan peluang pengembangan komoditas lain di sekitar pabrik.

“Saya bangga dengan adanya pabrik ini, sebagai tonggak sejarah pengelolaan sumber daya alam (SDA) asli dalam wilayah Kabupaten Kutim, tapi juga harus berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja lokal,” ujarnya.

Selain manfaat ekonomi yang jelas, Joni juga menegaskan adanya potensi sektor pendidikan dan pelatihan yang dapat muncul akibat kehadiran pabrik semen ini.

Dia juga berharap agar warga Kutai Timur, khususnya warga Kecamatan Kaliorang, akan mendapatkan peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan nilai investasi yang telah diberikan.(adv/dprd)

Penulis: ADEditor: Kutimzone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *