banner 728x90
Berita  

Sempat Tertinggal dalam Ritme, Syahfur-Mulyanto Rebut Emas Perdana Tenis Kutim

SANGATTA – Emas pertama cabang olahraga tenis lapangan untuk Kutai Timur (Kutim) lahir dari kemampuan bangkit di tengah pertandingan. Syahfur dan Mulyanto tidak langsung tampil meyakinkan. Sempat kehilangan sentuhan permainan pada awal laga, pasangan ganda putra kelas eksekutif itu perlahan menemukan celah, mengambil alih kendali, hingga menutup final dengan kemenangan 8-4 atas wakil Kabupaten Paser, Roby Setiawan dan Arbain.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan medali emas bagi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Partai final berlangsung di Lapangan Tenis Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (4/11/2026).

Bukan kemenangan yang diraih dengan mudah. Pada fase awal, Syahfur dan Mulyanto masih mencari kecocokan permainan. Koordinasi belum sepenuhnya padu, sementara pasangan Paser mampu memberikan tekanan. Situasi itu memaksa keduanya tidak terburu-buru mengambil risiko dan lebih dahulu membaca arah permainan lawan.

Syahfur mengakui, fase adaptasi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus mereka lewati sebelum bisa mengendalikan pertandingan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyesuaikan pertandingan dengan baik. Tadi di skor awal memang kita masih dalam penyesuaian, permainan masih agak canggung,” ujarnya seusai pertandingan.

Perubahan mulai terlihat ketika komunikasi di antara keduanya semakin terbangun. Syahfur dan Mulyanto mulai menemukan pola permainan yang tepat, lebih berani mengatur serangan, sekaligus meningkatkan tekanan kepada pasangan Paser.

Perlahan, kendali pertandingan berpindah ke tangan wakil Kutim. Roby dan Arbain tidak lagi leluasa mengembangkan permainan. Kepercayaan diri Syahfur dan Mulyanto yang terus meningkat akhirnya mengantar mereka mengunci kemenangan dengan selisih empat gim.

“Kami bisa menekan dan memberikan pressure. Alhamdulillah, akhirnya bisa menang,” kata Syahfur.

Baginya, keberhasilan melewati partai final tidak hanya ditentukan kemampuan teknis di lapangan. Kekompakan pasangan dan dukungan suporter juga menjadi faktor yang menguatkan mental saat menghadapi pertandingan penentu.

“Mungkin karena kekompakan kami berdua, ditambah dukungan suporter. Kami juga mungkin lebih siap dari lawan,” ungkapnya.

Raihan emas tersebut menjadi awal positif bagi perjuangan kontingen Kutim di cabang tenis lapangan. Namun, pekerjaan belum selesai. Masih ada tiga kelas pertandingan yang akan diikuti atlet tuan rumah dalam dua hari ke depan.

Syahfur berharap keberhasilan di kelas eksekutif dapat menular menjadi motivasi bagi rekan-rekannya. Apalagi, kesempatan menambah medali emas masih terbuka melalui pertandingan yang tersisa.

“Ini satu emas untuk kelas eksekutif. Masih ada tiga kelas lagi. Mudah-mudahan teman-teman Kutim yang bertanding di tiga partai berikutnya juga bisa meraih emas,” harapnya.

Bagi Kutim, kemenangan ini bukan sekadar tambahan medali di papan perolehan. Emas dari kelas eksekutif menjadi sinyal awal bahwa peluang tuan rumah untuk kembali berjaya di lapangan tenis masih terbuka. Tiga kelas berikutnya kini menjadi kesempatan untuk melanjutkan capaian tersebut.(Kz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *