banner 728x90
Berita  

Tak Sekadar Disertasi, Kandidat Doktor UNISMA Hadirkan Edukasi Antinarkoba di SMKN 2 Sangatta Utara

Kandidat Doktor Mengabdi, Mahasiswa UNISMA Gandeng BNN Kutai Timur Perkuat Karakter dan Cegah Narkoba di SMKN 2 Sangatta Utara

SANGATTA UTARA – Dua mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Multikultural Universitas Islam Malang (UNISMA), Aswadi, M.Pd. dan Ismail Rahmat, M.Pd., melaksanakan kegiatan Kandidat Doktor Mengabdi di SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (27/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam Membentuk Karakter Peserta Didik dan Mencegah Penyalahgunaan Narkoba” ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas akademik kandidat doktor dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, keduanya bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kutai Timur. Kepala BNN Kabupaten Kutai Timur, AKBP Risnoto, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, perkembangan peredarannya, serta dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan.

SMKN 2 Sangatta Utara Menjadi Ruang Implementasi Pendidikan Multikultural

Pemilihan SMK Negeri 2 Sangatta Utara sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada karakteristik sekolah yang memiliki sistem pendidikan semi-militer untuk membentuk kedisiplinan peserta didik, sekaligus keberagaman latar belakang suku dan budaya.

Di sekolah yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah, Nahliana, tersebut, peserta didik berasal dari beragam latar belakang, antara lain suku Jawa, Bugis, Dayak, Kutai, dan Banjar.

Keberagaman tersebut menjadi ruang pembelajaran yang relevan untuk mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam Multikultural, yang menekankan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, persaudaraan, serta moderasi beragama.

Melalui pendekatan ini, pendidikan agama tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan.

Pendidikan Agama Islam Multikultural sebagai Penguatan Karakter dan Pencegahan Narkoba

Dalam pemaparannya, Aswadi dan Ismail Rahmat menjelaskan bahwa penguatan Pendidikan Agama Islam Multikultural memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik sekaligus memperkuat ketahanan diri terhadap pengaruh negatif lingkungan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Terdapat enam aspek utama yang menjadi perhatian dalam penguatan karakter peserta didik.

Pertama, membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta memiliki kesadaran untuk menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, menumbuhkan akhlak mulia dan kepedulian sosial, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta kesediaan membantu teman yang mengalami kesulitan.

Ketiga, mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.

Keempat, mencegah perundungan, kekerasan, dan diskriminasi, termasuk tindakan yang merendahkan orang lain karena perbedaan logat, kondisi fisik, maupun latar belakang sosial.

Kelima, memperkuat persaudaraan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bersama.

Keenam, menanamkan tanggung jawab dalam kehidupan nyata maupun digital, termasuk membangun kebiasaan bermedia sosial secara bijak serta menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Menurut keduanya, pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama dan penghargaan terhadap keberagaman dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan peserta didik terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Pendekatan tersebut diharapkan melengkapi edukasi hukum dan pencegahan yang dilakukan oleh lembaga terkait, sehingga peserta didik memiliki pemahaman, kesadaran, dan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

BNN Kutai Timur Paparkan Ancaman Peredaran Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Kutai Timur, AKBP Risnoto, S.H., M.H., dalam materinya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan modus peredaran narkoba yang dapat menyasar kalangan pelajar.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, BNN Provinsi Kalimantan Timur menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 42 kilogram sepanjang 2025. Angka tersebut disebut mengalami peningkatan sebesar 1.650 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kutai Timur, dengan wilayah yang luas serta jalur transportasi darat dan laut, juga menghadapi tantangan dalam upaya pengawasan peredaran narkotika.

Risnoto mengingatkan peserta didik agar mewaspadai berbagai modus yang dapat menyamarkan narkoba dalam produk yang tampak biasa, termasuk cairan rokok elektronik atau vape, makanan, dan permen. Ia juga menyoroti peredaran pil ilegal dengan harga murah yang berpotensi menjangkau kalangan pelajar.

Karena itu, peserta didik perlu dibekali kemampuan mengenali risiko, menolak ajakan menggunakan narkoba, serta berani melaporkan indikasi penyalahgunaan kepada pihak yang berwenang.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, serta masa depan pendidikan dan pekerjaan.

Di tengah persaingan memasuki dunia kerja, terutama pada sektor pertambangan dan perkebunan di Kutai Timur, peserta didik perlu memahami bahwa kompetensi dan ijazah harus disertai perilaku yang baik serta kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.

Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjauhi narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan.

Sekolah Apresiasi Penguatan Pendidikan Karakter

Plt. Kepala SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Nahliana, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Kandidat Doktor Mengabdi yang dilaksanakan oleh Aswadi dan Ismail Rahmat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis dan kedisiplinan, tetapi juga keimanan, toleransi, serta akhlak yang baik.

Ia menilai penguatan Pendidikan Agama Islam Multikultural dapat melengkapi sistem pendidikan semi-militer yang diterapkan di sekolah. Dengan demikian, kedisiplinan peserta didik diharapkan tumbuh bukan semata-mata karena aturan dan sanksi, melainkan juga karena kesadaran moral, tanggung jawab, dan nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, keberagaman suku dan budaya di lingkungan sekolah perlu dikelola sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

Melalui penguatan karakter, sekolah berharap dapat mencegah munculnya perilaku diskriminatif, perundungan, kekerasan, dan berbagai tindakan negatif yang dapat mengganggu proses pendidikan.

Kolaborasi dengan BNN Kutai Timur juga dinilai penting untuk memperluas pemahaman peserta didik mengenai bahaya narkoba serta memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Menuju SMKN 2 Sangatta Utara sebagai Sekolah Hebat dan Sekolah Bersinar

Pelaksanaan Kandidat Doktor Mengabdi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter serta mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Aswadi dan Ismail Rahmat menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNN Kabupaten Kutai Timur, AKBP Risnoto, S.H., M.H., beserta seluruh tim yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rektor Universitas Islam Malang dan Direktur Pascasarjana Program Doktor PAI Multikultural UNISMA atas dukungan terhadap pelaksanaan tugas akademik mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan SMK Negeri 2 Sangatta Utara dapat terus berkembang menjadi sekolah yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, menjunjung tinggi keberagaman, serta memiliki komitmen terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Harapan akhirnya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu pijakan untuk mewujudkan SMKN 2 Sangatta Utara sebagai Sekolah Hebat dan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) percontohan di Kabupaten Kutai Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *