
SANGATTA – Wajah baru Road 9 di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tak hanya menghadirkan kawasan yang lebih tertata dan menarik secara visual. Revitalisasi kawasan tersebut juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan wisata kuliner sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Harapan itu disampaikan Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, dalam sambutannya pada peresmian revitalisasi Road 9, Jumat (23/10/2026). Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang telah mendukung penataan kawasan yang menjadi bagian dari wajah Desa Singa Gembara dan Desa Swarga Bara tersebut.
Menurut Hamriani, revitalisasi Road 9 berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui koordinasi bersama pihak terkait. Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari parkir liar hingga kebutuhan ruang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dengan adanya revitalisasi Road 9 ini, insyaallah persoalan parkir liar bisa terjawab. Selain itu, ada peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang nantinya akan difasilitasi dengan rombong untuk berjualan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penataan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh setempat, dan manajemen PT KPC. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan secara produktif.
Hamriani berharap fasilitas parkir yang direncanakan dapat dikelola melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Singa Gembara. Dengan demikian, keberadaan kawasan yang telah direvitalisasi tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber kegiatan ekonomi desa.
Lebih jauh, ia mengungkapkan keinginan pemerintah desa untuk mengembangkan kampung kuliner di Singa Gembara. Langkah itu dinilai penting karena desanya memiliki keterbatasan potensi wisata alam yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik utama.
Karena itu, keberadaan Road 9 yang kini tampil lebih menarik diharapkan dapat menjadi titik awal pengembangan wisata berbasis kuliner dan aktivitas ekonomi masyarakat. Hamriani optimistis, apabila fasilitas pendukung dan lapak usaha segera tersedia, kawasan tersebut dapat menjadi tempat singgah sekaligus tujuan baru bagi warga.
Ia juga mengapresiasi perubahan tampilan Road 9 yang dinilainya memberikan suasana berbeda bagi masyarakat, terutama pada malam hari. Penataan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman sekaligus memperkuat identitas kawasan di wilayah Sangatta Utara.
Meski demikian, Hamriani menekankan bahwa keberlanjutan manfaat revitalisasi turut bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia mengajak warga untuk merawat kawasan tersebut agar tetap bersih, indah, dan nyaman digunakan.
“Harapan kami, apa yang sudah diperbaiki dan diberikan oleh PT KPC ini bisa kita rawat bersama. Dengan begitu, kawasan ini tetap cantik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Pemerintah Desa Singa Gembara berharap revitalisasi Road 9 menjadi awal pengembangan kawasan yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menghadirkan peluang usaha baru. Jika rencana penataan parkir dan penyediaan rombong UMKM terealisasi, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi sentra kuliner yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.(ADV/kz)
