
SANGATTA – Pengabdian aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup diukur dari lamanya masa kerja maupun banyaknya urusan administrasi yang diselesaikan. Lebih dari itu, kualitas pengabdian harus tercermin dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan tepat sasaran.
Demikian disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya pada acara penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta.
Ia menegaskan, penghargaan yang diberikan kepada ASN merupakan bentuk apresiasi negara atas kesetiaan dan pengabdian dalam menjalankan tugas. Namun, penghargaan tersebut juga harus menjadi pengingat agar setiap aparatur terus menjaga komitmen dan meningkatkan kualitas kinerjanya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa pengabdian kepada negara harus senantiasa dijaga dan dilanjutkan dengan kinerja yang sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Bagi Aediansyah , orientasi kerja ASN perlu terus diarahkan pada hasil yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Setiap kebijakan pemerintah harus memberikan manfaat, sementara penggunaan anggaran wajib dipertanggungjawabkan melalui capaian yang dapat dirasakan secara langsung.
Bupati juga mengingatkan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan mutu pelayanan publik. Sebaliknya, keterbatasan sumber daya harus mendorong perangkat daerah bekerja lebih kreatif, inovatif, dan cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Pelayanan harus semakin cepat, mudah, tepat, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Selain menyoroti kualitas pelayanan, Ardiansyah meminta ASN Kutim mampu mengikuti perubahan zaman, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ardiansyah menilai, pemanfaatan teknologi dapat membantu aparatur mempercepat pekerjaan, meningkatkan ketepatan hasil, menyederhanakan prosedur, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Maka dari itu, peningkatan kompetensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi hal penting agar transformasi digital di lingkungan pemerintahan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan publik.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap dibarengi integritas dan tanggung jawab. ASN dituntut bekerja profesional, menjaga netralitas, serta tidak menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurut Ardiansyah, perubahan cara kerja akibat perkembangan teknologi tidak boleh menggeser prinsip dasar birokrasi, yakni menempatkan kepentingan masyarakat dan negara di atas kepentingan lainnya.
Pengabdian Senior Jadi Teladan ASN Muda
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi ant perangkat daerah untuk menjawab tantangan pembangunan Kutim yang semakin kompleks.
Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengurangi ego sektoral dan membangun budaya kerja yang saling mendukung. Dengan demikian, penyelesaian persoalan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melalui kerja bersama yang berorientasi pada hasil.
Secara khusus, ia memberikan perhatian kepada para penerima Satyalancana Karya Satya yang telah mengabdi selama 30 tahun atau lebih. Pengalaman panjang mereka dinilai memiliki nilai penting untuk memperkuat kualitas birokrasi sekaligus menjadi bekal bagi generasi ASN berikutnya.
Ardiansyah berharap para ASN senior tidak hanya mewariskan pengetahuan dan pengalaman teknis, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, etika, integritas, serta semangat melayani masyarakat kepada aparatur yang lebih muda.
Dengan demikian, penganugerahan Satyalancana Karya Satya tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan atas masa pengabdian, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya kerja profesional dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kutai Timur.
Dirinya menegaskan, perubahan zaman dan perkembangan teknologi boleh terus berlangsung, tetapi komitmen ASN untuk melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab harus tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.(ADV/Kominfo).
