banner 728x90
ADV, Berita  

Kadis Pariwisata Dorong Erau Untuk Jadi Destinasi Wisata Budaya di Kutai Timur

Foto:Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur, Mahriadi

SANGATTA – Festival Erau diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Selain menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya adat Kutai, kegiatan ini dinilai memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan melalui promosi yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur, Mahriadi, mengatakan pihaknya telah melakukan promosi sebelum pelaksanaan Erau. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kegiatan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media beberapa waktu lalu di Rumah Adat Kutai, Sangatta.

Ia menjelaskan, promosi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkenalkan Erau sebagai kegiatan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata di Kutai Timur.

Dinas Pariwisata juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, didukung tim teknologi informasi (TI) dan media sosial yang dimiliki instansinya. Selain itu, pihaknya turut menggandeng sejumlah media untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan pariwisata dan kebudayaan.

Kendati demikian, Mahriadi mengakui pengembangan kegiatan budaya, termasuk Erau, perlu menyesuaikan dengan kondisi daerah saat ini. Efisiensi dalam penyelenggaraan kegiatan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.

“Jadi, kami Dinas Pariwisata dengan kondisi daerah yang sekarang ini, semuanya diefisienkan. Tapi, kami tetap bekerja semaksimal mungkin untuk melaksanakan Erau,” terangnya.

Mahriadi berharap, pelaksanaan Erau pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah sehingga semakin menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Keterlibatan masyarakat yang lebih luas juga dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.

Menurut dia, dukungan dari kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pengembangan Erau agar pelaksanaannya ke depan semakin baik.

Dengan promosi yang berkelanjutan, dukungan pemerintah daerah, serta keterlibatan berbagai pihak, Erau diharapkan tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga dapat berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Kutai Timur kepada masyarakat luas,”pungkasnya.(ADV/Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *