banner 728x90
ADV, Berita  

Mahyunadi Dorong Kutim Perkuat Pendapatan Alternatif, Tak Terus Bergantung pada SDA

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi

SANGATTA – Ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA) menjadi tantangan bagi Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga ketahanan fiskal daerah. Karena itu, pengembangan sumber pendapatan alternatif dari sektor usaha lain dinilai penting agar perekonomian daerah tidak terus bertumpu pada sektor ekstraktif.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan pentingnya menggali potensi ekonomi yang dapat menjadi penopang pendapatan daerah di tengah tantangan fiskal. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan awak media di Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026).

Menurut Mahyunadi, potensi yang dimiliki Kutim perlu dikelola secara maksimal untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Pengembangan sektor usaha di luar sumber daya alam diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, memperluas kesempatan usaha masyarakat, serta mengurangi risiko ketika penerimaan daerah menghadapi tekanan akibat perubahan kondisi sektor unggulan.

Kutim memiliki peluang untuk mendorong sektor-sektor produktif yang dapat dikembangkan sesuai potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri pengolahan, serta sektor jasa dan pariwisata dapat menjadi bagian dari upaya diversifikasi ekonomi tersebut.

Namun, pengembangan sumber pendapatan alternatif membutuhkan perencanaan yang terarah, dukungan kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan demikian, potensi ekonomi yang ada tidak hanya menjadi peluang, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah.

Kemandirian fiskal menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Dengan sumber ekonomi yang lebih beragam, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk membiayai program prioritas dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mahyunadi menilai, optimalisasi potensi daerah perlu menjadi perhatian agar Kutim tidak hanya mengandalkan kekayaan alam yang tersedia, tetapi juga mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Diversifikasi ekonomi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas perekonomian Kutim sekaligus memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.(ADV/Kominfo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *