
H. Hasbar Memberikan surat dukungan kepada calon ketua KONI Kaltim H Anderiy Syachrum
Kutimzone.com|Samarinda – Proses penyusunan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur masa bakti 2026–2030 menuai sorotan dari sejumlah cabang olahraga (cabor). Protes mencuat setelah beredar informasi mengenai susunan pengurus yang diduga tidak mengakomodasi beberapa cabor pendukung saat pemilihan Ketua Umum KONI Kaltim beberapa waktu lalu.
Dalam pemberitaan yang sempat dipublikasikan media Kaltimkita.com sebelum kemudian tidak lagi dapat diakses, disebutkan bahwa sejumlah cabor seperti Kempo, Woodball, Wushu, Ski, dan Kabaddi dikabarkan tidak masuk dalam struktur kepengurusan KONI Kaltim periode 2026–2030. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan dari sebagian insan olahraga yang menilai aspirasi cabor pendukung belum terakomodasi secara proporsional.
Namun demikian, Ketua Pengprov Woodball Kalimantan Timur, H. Hasbar, mengaku telah meminta klarifikasi langsung kepada salah satu anggota Tim Formatur terkait kebenaran informasi tersebut. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, susunan kepengurusan yang beredar saat ini belum merupakan struktur final karena proses penyusunan masih terus berjalan.
Menurut anggota Tim Formatur tersebut, berbagai usulan dari cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, serta unsur terkait masih dalam tahap pembahasan dan sinkronisasi. Oleh karena itu, daftar nama yang beredar di publik belum dapat dijadikan acuan resmi sampai adanya pengumuman dan pengesahan dari Ketua Umum KONI Kaltim terpilih bersama Tim Formatur.
Sebelumnya, dinamika penyusunan kepengurusan KONI Kaltim juga menjadi perhatian publik setelah media Kaltim Post memberitakan bahwa rapat Tim Formatur yang digelar untuk menyusun struktur organisasi sempat berlangsung panas. Rapat yang dipimpin Ketua Umum KONI Kaltim terpilih, Anderiy Syachrum, bahkan dilaporkan mengalami kebuntuan (deadlock) dan harus ditunda.
Berdasarkan informasi yang beredar, situasi memanas setelah adanya dugaan keterlibatan oknum di luar Tim Formatur yang masuk ke dalam ruang rapat dan menyampaikan pandangan yang memicu perdebatan. Kondisi tersebut membuat suasana forum tidak lagi kondusif hingga beberapa anggota formatur memilih meninggalkan ruangan. Akibatnya, rapat tidak menghasilkan keputusan final terkait komposisi kepengurusan dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada waktu berikutnya.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, sejumlah pengurus cabang olahraga berharap Tim Formatur dapat mengedepankan prinsip keterwakilan, kompetensi, dan kontribusi nyata terhadap olahraga prestasi Kalimantan Timur. Mereka juga meminta seluruh pihak menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan setelah proses pembahasan dan finalisasi kepengurusan selesai dilakukan.
Hingga saat ini, KONI Kalimantan Timur belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai susunan lengkap kepengurusan periode 2026–2030, sehingga seluruh nama yang beredar masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami perubahan sesuai hasil rapat Tim Formatur.(*)
