
SANGATTA – Di koridor kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, nama Saiful Ahmad, S.T., M.Si. bukan sekadar deretan huruf di papan nama pejabat. Ia adalah saksi hidup transformasi pelayanan publik di daerah ini. Selama dua dekade, Saiful telah “bernafas” bersama dinamika perizinan—mulai dari era tumpukan berkas manual hingga kini menuju digitalisasi penuh.
Kini, sosok yang dikenal tenang namun taktis ini digadang-gadang sebagai figur terkuat untuk mengisi kursi Kepala DPMPTSP. Sebuah langkah yang dianggap banyak pihak sebagai momen “pulang kandang” bagi seorang ahli yang telah khatam memahami isi rumahnya sendiri.
Dari Akar Rumput Birokrasi
Perjalanan Saiful adalah potret kesabaran seorang birokrat. Ia merintis karier dari level staf, merasakan debu operasional di lapangan, hingga dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Bidang (Kabid) dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas.
Pengalaman “dari hulu ke hilir” ini memberinya satu keunggulan yang sulit dicari tandingannya: Institutional Memory. Ia tahu di mana sumbat birokrasi sering terjadi dan bagaimana cara mencabutnya tanpa merusak tatanan regulasi.
“Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya menunggu laporan di balik meja. Pengalamannya sebagai pejabat fungsional saat ini justru membuatnya tetap membumi dan paham detail teknis yang sering kali menjadi kendala bagi pelaku usaha,” ujar salah satu kolega sejawatnya.
Harmoni Logika dan Empati
Latar belakang pendidikan teknik (S.T.) memberikan Saiful landasan berpikir yang presisi dan sistematis. Namun, gelar Magister Sains (M.Si.) dan jam terbangnya di organisasi kemasyarakatan menyuntikkan sisi humanis dalam kepemimpinannya.
Ia tidak hanya bicara soal angka realisasi investasi, tapi juga tentang bagaimana investasi tersebut berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM). Dedikasinya di dunia pendidikan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kutai Timur (Stiper Kutim) menjadi bukti nyata bahwa baginya, kemajuan daerah harus sejalan dengan kecerdasan warganya.
Menjaga Integritas di “Pintu Depan” Daerah
Sebagai instansi yang menjadi “pintu depan” masuknya modal, DPMPTSP menuntut integritas tinggi. Di sinilah karakter Saiful yang ditempa di organisasi kawah candradimuka seperti HMI, KNPI, hingga Pemuda Muslimin Indonesia bersinar. Jaringan sosial yang luas tidak membuatnya goyah, justru menjadi modal untuk membangun komunikasi yang transparan dengan para pemangku kepentingan.
Visi Saiful ke depan sederhana namun ambisius: menjadikan DPMPTSP sebagai motor penggerak ekonomi yang modern, adaptif, dan responsif. Ia bermimpi tentang sistem perizinan yang saking mudahnya, sehingga investor merasa disambut dengan karpet merah sejak klik pertama di layar komputer.
Jejak Langkah Saiful Ahmad:
- Birokrasi: 20+ Tahun di DPMPTSP (Staf, Kabid, hingga Plt. Kepala Dinas).
- Akademisi: Ketua Yayasan Pendidikan Kutai Timur (Stiper Kutim).
- Aktivis: Hipma-KT, HMI, KNPI, dan Pemuda Muslimin Indonesia.
- Keahlian: Integrasi sistem perizinan digital dan manajemen SDM strategis.
Dengan segala bekal pengalaman dan ketajaman analisisnya, Saiful Ahmad kini bersiap menakhodai DPMPTSP menuju pelabuhan inovasi yang lebih besar. Bagi Kutai Timur, kehadirannya mungkin adalah jawaban untuk iklim investasi yang lebih sehat dan berwibawa.(*)
