Samarinda – Dari hanya 30 persen, kini Kalimantan Timur berhasil memenuhi lebih dari setengah kebutuhan berasnya sendiri. Pemerintah provinsi melihat capaian ini sebagai loncatan signifikan dalam upaya menuju kemandirian pangan daerah.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut bahwa selama sembilan bulan terakhir, sejumlah program strategis digencarkan untuk mempercepat peningkatan produksi beras. Hasilnya, Kaltim kini mampu menyuplai sekitar 60 persen dari total kebutuhan konsumsi beras lokal.
“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi hasil sinergi dengan banyak pihak yang mendukung gerakan swasembada,” ujar Seno di Samarinda, Kamis (4/12/2025).
Seno menyampaikan bahwa target Kaltim untuk mencapai swasembada 100 persen pada tahun 2026 bukan sekadar ambisi politik, tetapi didasarkan pada potensi nyata yang dimiliki daerah. Ia menegaskan bahwa lahan pertanian yang belum tergarap secara maksimal masih luas dan sangat potensial untuk dikembangkan.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor maupun petani muda untuk ikut terlibat. Sektor ini sangat menjanjikan,” katanya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian turut memberikan dukungan dalam bentuk bantuan benih, alat produksi, hingga pelatihan dan pendampingan teknis. Upaya tersebut dirancang agar peningkatan produksi tidak hanya terjadi secara kuantitas, tetapi juga berkelanjutan secara kualitas.
Langkah Kaltim ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan krisis pangan global. Seno menyebut bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang tidak bisa ditunda.
Selain menjamin pasokan beras, langkah ini juga akan membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian, memperkuat ekonomi desa, dan mendorong terbentuknya ekosistem usaha dari hulu ke hilir di bidang agroindustri.
“Kalau semua komponen berjalan kompak, kami yakin tahun depan Kaltim bisa mandiri dalam beras,” tutupnya dengan optimisme. (ADV).





