banner 728x90

Seno Aji: Kekayaan Kalimantan Harus Dijaga dengan Persatuan dan Kewaspadaan

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (Adpim Kaltim)
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji (Adpim Kaltim)

Balikpapan – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan di tengah limpahan kekayaan alam Kalimantan. Pesan itu disampaikannya saat membuka Silaturahmi Regional Lintas Tokoh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kalimantan di Balikpapan, Kamis (27/11/2025).

“Kalimantan ini kaya luar biasa. Tapi, kekayaan itu juga bisa menjadi sumber ancaman kalau tidak kita jaga bersama,” ujar Seno Aji di hadapan peserta dari lima provinsi Kalimantan.

Menurutnya, keberadaan FPK sangat penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, ras, dan agama yang ada di pulau terbesar di Indonesia itu. Ia menekankan bahwa harmoni sosial adalah kunci utama dalam menjaga iklim investasi, keamanan, dan pembangunan di Kalimantan.

“Saya ingin FPK hadir bukan hanya simbolik, tapi aktif mendeteksi potensi ancaman dan menjalin komunikasi erat dengan aparat dan pemerintah,” tambahnya.

Seno Aji menyebut beberapa ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama, mulai dari konflik sosial seperti yang pernah nyaris terjadi di Penajam Paser Utara dan Tarakan, hingga peredaran narkoba yang masuk dari wilayah perbatasan Kalimantan Utara melalui jalur tikus.

“Narkoba adalah musuh nyata generasi muda kita. Saya minta FPK ikut berperan aktif melaporkan dan membantu pencegahan. Ini demi masa depan generasi emas Kalimantan,” tegasnya.

Selain itu, arus digitalisasi yang deras juga dinilainya sebagai ancaman terselubung, khususnya dalam bentuk kecanduan game online dan konten negatif media sosial yang dapat merusak perkembangan anak-anak.

“Orang tua harus lebih bijak. Bimbing anak-anak agar tidak tenggelam dalam dunia virtual. Game online bisa sangat merusak kalau tidak diawasi,” pesannya.

Seno Aji juga mengajak seluruh elemen di Kalimantan – dari Kalbar hingga Kaltara – untuk terus bersatu, menjadi teladan nasional dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial. Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus dijaga untuk jangka panjang.

“Kita berbangsa bukan untuk satu tahun, bukan untuk satu generasi, tapi untuk selama-lamanya. Itulah semangat yang harus kita hidupkan,” tutupnya. (ADv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *