banner 728x90

Bupati Kutim Kecewa Atas Kinerja PT KPC, Bakal Ambil Alih Pembangunan Jalan Mangkrak

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Istimewa)

Kutimzone.com, Rantau Pulung – Kekecewaan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, terhadap PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang gagal memperbaiki jalan poros menuju Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul) mencapai puncaknya.

Ardiansyah secara tegas menyatakan bahwa Pemkab Kutim akan mengambil alih program pembangunan jalan tersebut yang merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ardiansyah pada acara pembukaan Lomba Burung Berkicau Camat Rantau Pulung Cup I, yang berlangsung di Pasar Padang Raya, Kecamatan Ranpul, pada Minggu, 9 Juni 2024.

Ardiansyah menyampaikan kekecewaannya terhadap PT KPC yang belum memenuhi janji untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut sesuai kesepakatan sebelumnya.

“Tadi saya sudah perintahkan Dinas PU Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) untuk menyurati CEO PT KPC. Kami minta jalan itu diambil alih, karena seyogyanya jalan itu selesai pada tahun 2023, namun kenyataannya sampai saat ini belum ada progres. Saya tidak paham kenapa belum selesai, karena baru satu kali pihak PT KPC secara resmi datang ke ruangan saya di tahun 2022,” ujarnya tegas.

Jalan poros yang menjadi urat nadi transportasi warga ini telah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama pada musim penghujan. Kondisi jalan yang semakin memburuk telah menyulitkan kendaraan roda dua dan empat untuk melintas.

“Hampir setiap hari saya menerima pesan melalui WhatsApp dari warga Rantau Pulung yang mengeluhkan kondisi jalan ini. Oleh karena itu, saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian bahwa hari ini saya sudah memerintahkan bidang Bina Marga Dinas PU (PUPR) segera membuat surat kepada CEO PT KPC agar tidak ada tumpang tindih nantinya,” tegas Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan bahwa pembangunan jalan ini direncanakan akan dimulai tahun ini. Namun, pengerjaannya tidak dapat dilakukan sekaligus karena masuk dalam persiapan anggaran perubahan.

“Tetapi yang mampu dikerjakan akan kita kerjakan dengan baik. (Sedangkan) Yang tidak mampu, kita akan swakelola saja,” tandas dia. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *