Kutimzone.com, Bantaeng – Konsultan lingkungan dan penyedia bibit tanaman PT Rimba Biru menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Petani di Kampung Birea, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). CSR itu dikelola oleh mitra kerja Rimba Biru, yakni Yayasan Ladang Sinergi Lestari.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi petani melalui pertanian ramah lingkungan yang terintegrasi dan rendah karbon.
Bantuan yang diberikan meliputi bibit buah kelengkeng, tanaman jagung, serta pembangunan infrastruktur pengairan. Acara ini direspons antusias masyarakat setempat.
Ditemui di kantornya, Direktur PT Rimba Biru, Sulaeman Natsir menyebut programnya itu sebagai bentuk komitmen perusahaan berwawasan lingkungan.
“Kami ingin menegaskan bahwa kita harus bersama-sama berinovasi menciptakan pengelolaan yang seimbang. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatannya itu menjadi langkah awal dalam menapaki pertanian yang mengusung konsep ramah lingkungan.
Terpisah, Ketua Yayasan Ladang Sinergi Adi Muliadi menyebut kerjasama itu sebagai wujud komitmen dalam mendampingi masyarakat. Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pertanian, juga berguna untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat senang bahwa Rimba Biru mempercayakan kami sebagai mitra pelaksana di lapangan untuk mendampingi masyarakat di Kabupaten Bantaeng. Harapan kami, program ini menjadi tonggak awal perbaikan lahan-lahan kritis di Indonesia. Semoga lahan-lahan kritis dapat berbalik menjadi kawasan produktif yang berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui pengurangan karbon,” tandasnya.

Sekadar diketahui, program yang mengusung tema ‘Farmer Resilience’ itu merupakan langkah awal memulai pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan.
Selain bibit tanaman pohon, di lokasi tempat penyaluran program telah tersedia irigasi. Sehingga memberi kemudahan bagi petani jika musim kemarau tiba.
Harapannya, program itu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi lahan kritis dan perubahan iklim.

