banner 728x90

RS Pratama Muara Bengkal Alami Kesulitan Dapatkan Dokter Spesialis Kandungan dan Bedah

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim) Bahrani Hasanal. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim) Bahrani Hasanal, mengungkapkan Rumah Sakit Pratama Muara Bengkal tengah mengalami kesulitan dalam mendapatkan tenaga dokter spesialis, terutama untuk bidang kandungan dan bedah. Meskipun berbagai upaya pencarian telah dilakukan, hasilnya masih nihil.

“Kita sudah mencari kemana-mana untuk tenaga dokter spesialis. Dari empat dasar itu, kita sudah mendapatkan dua, yaitu untuk penyakit dalam dan anak. Tapi untuk kandungan dan bedah masih belum,” ujar Bahrani pada Rabu, 22 Mei 2024.

Bahrani menambahkan bahwa saat ini, dokter bedah masih dalam tahap pendidikan dan diharapkan akan mulai bertugas sekitar bulan Juli.

“Dokter bedah sebenarnya ada yang sedang sekolah dan Insya Allah akan datang sekitar bulan tujuh,” tambahnya.

Menurut Bahrani, tawaran gaji yang cukup tinggi pun belum mampu menarik minat dokter spesialis kandungan untuk bergabung.

“Untuk Obgyn kandungan, belum dapat. Kami sudah menawarkan hingga 65 juta, tapi belum ada yang mau datang,” jelasnya.

Selain itu, meskipun anestesi sudah tersedia, pelayanan medis tetap terbatas tanpa kehadiran dokter bedah dan kandungan.

“Saat ini, pelayanan untuk penyakit dalam dan anak sudah berjalan. Namun, untuk kasus kandungan dan bedah yang tidak bisa dilayani, pasien biasanya dirujuk ke Samarinda atau Sangatta yang lebih dekat,” terangnya.

Upaya pencarian dokter spesialis telah dilakukan dengan menjajaki perguruan tinggi dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, namun hasilnya masih belum memadai.

“Kita sudah menjajaki ke perguruan tinggi atau yang baru lulus, juga ke Kemenkes, tapi belum ada yang bisa membantu,” ungkapnya.

Bahrani juga menyebut bahwa pendidikan spesialis di Universitas Mulawarman saat ini hanya mencakup dua bidang, yaitu bedah dan paru.

“Dokter umum spesialis di Mulawarman itu cuma ada dua, bedah dan paru. Belum ada yang lain. Mungkin tahun-tahun selanjutnya akan ada spesialis kandungan, tapi meski dibuka kita masih harus menunggu lama sampai lulusnya. Sementara itu, kita butuh sekarang,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *