banner 728x90

Festival Budaya Nusantara Jadi Obat Kerinduan Kebudayaan di Kutai Timur

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, di bawah kepemimpinan Mulyono, telah menegaskan komitmennya.

Saat diwawancarai, Mulyono menyatakan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat dalam melakukan pelestarian budaya di Kota Magic Land tersebut. Fokus utama dari langkah-langkah ini adalah pelestarian adat istiadat dan pengembangan seni dan budaya daerah.

“Kita tetap fokus bagaimana melestarikan adat istiadat dan budaya kita. Kedua, mengembangkan. Artinya selain dilestarikan, juga dikembangkan terutama dalam hal keseniannya,” katanya.

Langkah-langkah yang dilakukan melibatkan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), pemenuhan sarana-prasarana, serta perencanaan festival kuliner budaya dan seni suku di Nusantara pada tahun 2024.

“Rencana memang tahun ini kita akan adakan festival kuliner budaya dan seni suku Nusantara. Seperti ada Toraja. Jadi kita siapkan tempat (panggung) di sana, nanti ada seni-seninya dimunculkan, kemudian kulinernya termasuk juga mungkin kerajinan-kerajinan misalnya,” paparnya.

Selain memberikan wadah bagi masyarakat setempat, terutama bagi yang belum dapat pulang kampung, festival ini juga diharapkan dapat mengobati rasa kerinduan akan kampung halaman.

Disdik Kutai Timur juga berkomitmen mengembangkan seni lokal seperti Mamanda dan Tarsul, dengan harapan memunculkan kearifan lokal dalam bidang kulinernya.

“Jadi kita tetap fokus ke arah sana ya. Tapi kalau sekarang detailnya ke bidang lah ya. Untuk konsep makronya seperti itu. Kita ingin kita munculkan bukan hanya seni tapi seni budaya kulinernya juga nanti,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah yang jelas ini, ia berharap upaya ini tidak hanya memperkaya kehidupan budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Kutai Timur. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *