banner 728x90

Sobirin Bagus Sebut Pelabuhan Kenyamukan KEK Malloy Potensi Besar, Namun Banyak Kendala

Sekretaris Komisi C DPRD Kutai Timur, Sobirin Bagus (Sumber foto: Dok. Istimewa).

Kutimzone.com,Sangatta – Pelabuhan Kenyamukan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, kedua pelabuhan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal infrastruktur dan pembebasan lahan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kutim Sobirin Bagus mengungkapkan, pembebasan lahan di Pelabuhan Kenyamukan belum sepenuhnya tuntas. Padahal, pelabuhan ini merupakan salah satu akses utama untuk menuju KEK Maloy.

“Hanya saja pelabuhannya saja belum sempurna ada juga jembatan yang penghubung antara sisi pantai dan jembatan itu juga belum sempurna, itu harus disempurnakan,” kata Bagus saat temui di Hotel Lumbu Sangatta Kutim belum lama ini.

Kendala-kendala tersebut berdampak pada aktivitas di Pelabuhan Kenyamukan. Menurut Bagus, banyak kapal yang memilih untuk menurunkan barang di Samarinda karena lebih mudah dan murah.

“Saya selaku pedagang juga tahu persis, semua barang harus lewat Samarinda jadi perjalannya mutar, dan itu yang menyebabkan harga barang di Sangatta jauh lebih mahal daripada Samarinda,” paparnya.

Di sisi lain, KEK Maloy memang memperlihatkan progres yang semakin baik. Namun, akses ke KEK Maloy juga masih terkendala oleh infrastruktur yang belum memadai.

“Dengan beberapa rintangan seperti tanjakan curam, sehingga perhitungannya daripada barang turun di Maloy maka lebih dekat turun di Samarinda,” kata Bagus.

Dengan demikian, tantangan infrastruktur dan pembebasan lahan yang belum tuntas memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Kenyamukan memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, namun kesulitan aksesibilitas dan kondisi infrastruktur menjadi hambatan utama.

“Keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri, diperlukan untuk memastikan Kenyamukan dan KEK Maloy mencapai potensinya secara maksimal,” tandasnya.

Pelabuhan Kenyamukan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pelabuhan utama di Kalimantan Timur. Pelabuhan ini terletak di Kecamatan Sangatta Utara, Kutim, dan memiliki akses langsung ke Selat Makassar.

Pelabuhan Kenyamukan memiliki luas sekitar 50 hektare dan dapat menampung kapal berukuran hingga 20.000 DWT. Pelabuhan ini juga memiliki fasilitas pendukung yang cukup lengkap, seperti dermaga, terminal, dan fasilitas bongkar muat.

Potensi Pelabuhan Kenyamukan semakin meningkat dengan adanya KEK Maloy. KEK Maloy merupakan kawasan industri yang berfokus pada industri pertambangan dan energi. KEK Maloy ditargetkan akan menarik investasi sebesar Rp100 triliun.

“Namun, Pelabuhan Kenyamukan dan KEK Maloy masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal infrastruktur dan pembebasan lahan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *